motorcyle

motorcyle
my vixion

Minggu, 09 Maret 2014

Wisata Religi provinsi Riau

Kota Pekanbaru
Mesjid Agung An-Nur
Mesjid Agung An Nur berdiri tanggal 27 Rajab 1388 H atau bertepatan dengan tanggal 19 Oktober 1968, Masjid Agung An-Nur diresmikan oleh Arifin Ahmad, Gubernur Riau waktu itu dan tahun 2000 pada masa gubernur Saleh Djasit mesjid ini direnovasi secara besar-besaran.
Masjid Agung An-Nur Riau yang kita saksikan begitu megah saat ini bukanlah bangunan asli hasil pembangunan tahun 1966 dan diresmikan tahun 1968. Tapi merupakan bangunan hasil renovasi total dan pembangunan kembali dari masjid Agung An-Nur yang lama. Di pergantian milenium tahun 2000 lalu, pada saat Riau dibawah kepemimpinan gubernur Shaleh Djasit, Masjid Agung An-Nur yang lama di rombak total ke bentuknya saat ini.
Dari pembangunan tahun 2000 tersebut luas lahan masjid ini bertambah tiga kali lipat dari sebelumnya yang hanya seluas 4 hektar menjadi 12.6 hektar. Luasnya lahan masjid baru ini memberikan keleluasaan bagi penyediakan lahan terbuka untuk publik Pekanbaru termasuk di dalamnya kawasan taman nan hijau dan lahan parkir yang begitu luas.
Dalam sejarahnya Masjid Agung An-Nur pernah menjadi kampus bagi Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Syarif Kasim Pekabaru di awal pendiriannya hingga tahun 1973. IAIN Sultan Syarif Kasim kini Menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Pekanbaru .


 Kabupaten Kampar



Candi Muara Takus
Candi Muara Takus adalah sebuah situs candi Buddha yang terletak di di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia. Situs ini berjarak kurang lebih 135 kilometer dari Kota Pekanbaru.
Situs Candi Muara Takus dikelilingi oleh tembok berukuran 74 x 74 meter, yang terbuat dari batu putih dengan tinggi tembok ± 80 cm, di luar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer, mengelilingi kompleks ini sampal ke pinggir Sungai Kampar Kanan. Di dalam kompleks ini terdapat beberapa bangunan candi yang disebut dengan Candi sulung /tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka.
Para pakar purbakala belum dapat menentukan secara pasti kapan situs candi ini didirikan. Ada yang mengatakan abad keempat, ada yang mengatakan abad ketujuh, abad kesembilan bahkan pada abad kesebelas. Namun candi ini dianggap telah ada pada zaman keemasan Sriwijaya, sehingga beberapa sejarahwan menganggap kawasan ini merupakan salah satu pusat pemerintahan dari kerajaan Sriwijaya.

Kabupaten Rokan Hilir
Kota Bagan Siapi-api

 Ritual Bakar Tongkang
 Ritual bakar tongkang adalah ritual tahunan etnis Tionghoa di Bagan Siapi-api, Riau. Ritual ini untuk mengenang para leluhur yang menemukan Kota Bagan Siapi-api dan wujud syukur terhadap Dewa Kie Ong Ya dan Dewa Tai Su Ong. Jangan lewatkan acara ini!

Ritual ini bermula ketika pada tahun 1826, ada sekitar 18 orang Tionghoa merantau dari Provinsi Fu-Jian, China. Mereka berlayar menggunakan 3 kapal kayu yang disebut tongkang. Di tengah perjalanan, dua tongkang tenggelam. Tongkang yang selamat akhirnya sampai di suatu tempat  yang saat itu masih berupa hutan.

Mereka melihat cahaya api yang berkerlap-kerlip sebagai tanda adanya daratan. Cahaya api itu ternyata berasal dari kunang-kunang (Si Api-api) yang bertebaran di antara hutan bakau yang tumbuh subur di tepi pantai. Di daerah yang tidak bertuan ini, mereka akhirnya mendarat dan membangun tempat pemukiman baru yang kemudian dikenal dengan nama Bagan Siapi-api.

Adapun kata bagan sendiri mengandung makna sebagai tempat, daerah, atau alat penangkap ikan. Di dalam tongkang yang selamat itu terdapat patung dewa laut Ki Ong Ya dan Tai Su Ong. Ritual ini diadakan pada tanggal 16 bulan kelima lunar setiap tahunnya atau dalam bahasa Hokkien disebut dengan Go Cap Lak. Go berarti bulan kelima dan Cap Lak berarti tanggal enam belas.

Kota yang berada di barat daya Riau ini pernah mengalami masa jaya sebagai penghasil ikan terbesar kedua di dunia setelah Norwegia sehingga dijuluki sebagai kota ikan. Namun, kejayaan perikanan di Bagan Siapi-api lambat laun meredup. Oleh sebab itu, satu abad setelah mendaratnya mereka di Bagan Siapi-api,  warga Tionghoa di Kabupaten Rokan Hilir menggelar ritual bakar tongkang untuk menghormati dua dewa itu yang jadi perlambang keselamatan dalam mengembara.

Dewa Ki Ong Ya dan Tai Su Ong juga dipercaya sebagai dewa yang melambangkan dua sisi kehidupan, sisi baik-sisi buruk, suka-duka, serta rezeki-bencana. Berdasarkan kebiasaan, masyarakat Tionghoa akan membuat replika tongkang berukuran 8x2 meter. Sebelum dibakar, tongkang tersebut diarak terlebih dahulu keliling Bagan Siapi-api. Warga Bagan Siapi-api menyambut perayaan ini dengan memasang lampion dan lukisan Dewa di rumah masing-masing.

Setelah diarak, replika tongkang dibawa ke Klenteng Ing Hok King, sebuah tempat ibadah tertua umat Kong Hu Chu yang terdapat di tengah kota. Perlu Anda diketahui bahwa kelenteng ini dianggap paling sakral karena merupakan satu-satunya bangunan yang selamat dan tetap utuh saat terjadi kerusuhan massal pada 1998 silam.

Mereka memanjatkan doa-doa kepada Dewa, agar kegiatan Bakar Tongkang diberkahi, selalu diberi keselamatan dan dilancarkan segala urusan. Para warga Tionghoa secara keseluruhan mengikuti prosesi saat tongkang tersebut diarak ke tanah lapang sebelum dibakar. Iring-iringan juga diwarnai aksi para Tan Ki, yang memiliki kekuatan dengan memukul-mukul tubuh menggunakan parang dan batu yang diselimuti paku. Digelar juga panggung hiburan yang mendatangkan penyanyi-penyanyi dari Taiwan, Malaysia dan Singapura yang membawakan lagu berbahasa Hokkian.

Keesokan harinya, barulah kapal diarak warga dalam sebuah pawai dan dibakar. Di sekeliling kapal, ditumpuk ribuan kertas kuning berisi doa yang ditulis para warga. Puncak prosesi ritual Bakar Tongkang adalah menyaksikan jatuhnya tiang layar replika kapal tongkang. Berdasarkan kepercayaan warga Tionghoa Bagan Siapi-api, kedua tiang yang disakralkan itu jika jatuh menghadap laut diartikan sebagai tongkat ikan. Warga Tionghoa percaya peruntungan di tahun tersebut akan banyak berasal dari laut. Tetapi jika jatuhnya ke darat maka peruntungan banyak berasal dari darat.

Secara spiritual, acara ini mengandung makna ucapan rasa syukur atas suksesnya para leluhur yang membawa keluarga mereka menetap di daerah perantauan. Tak heran jika orang Tionghoa yang menetap di luar negeri pasti langsung merasa terpanggil untuk “pulang kampung” demi merayakan tradisi tahunan ini. Sebab ada kepercayaan bila tidak ikut ambil bagian dalam acara ini, maka akan ada malapetaka yang terjadi.

Ritual tahunan ini telah menjadi agenda wisata bagi pemerintah Kabupaten Rokan Hilir sebagai bagian dari program Visit Indonesia karena mampu menyedot wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan hingga China.
Kabupaten Siak


Mesjid Sultan 
Mesjid ini dibangun pada masa Raja Hamidah Engku Putri (1784 – 1805), istri dari Sultan Mahmudsyah, yang pada zamannya adalah Penguasa Riau. Pada dasarnya Pulau Penyengat Indera Sakti dibangun menjadi negeri oleh Sultan Mahmudsyah sebagai mahar perkawinannya dengan Raja Hamidah Engku Putri.

Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat selalu diberi warna Kuning – Hijau, karena Kuning melambangkan Kerjaan, yang mana pada masanya Pulau Penyengat Indera Sakti adalah Pusat Kerajaan Riau Lingga. Dan Hijau yang berarti Islam. Warnanya yang kuning mencolok menjadikan bangunan ini langsung terlihat dari dermaga panjang dan Pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Tak hanya Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat yang diberi warna Kuning – Hijau, melainkan semua bangunan-bangunan tua peninggalan Kerajaan Riau Lingga yang ada di pulau tersebut.

Masjid Raya Sultan Riau Penyengat ini memiliki tiga belas kubah dan empat menara setinggi sembilan belas meter. Jika jumlah kubah dan menara dijumlahkan, maka hasilnya adalah tujuh belas yang mana merupakan penunjuk jumlah bilangan rekaat salat dalam satu hari.

Masjid Raya Sultan Riau ini ditetapkan sebagai masjid pertama yang memakai kubah pada atapnya. Satu hal yang sangat berbeda jika kita berada di dalam Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat yaitu bangunannya yang kedap suara dan dapat meredam gema.

Makam Maruhum Buatanan

Pendiri Kerajaan Siak adalah Sultan Abdul Djalil Rakhmadsyah bergelar Raja Kecil dengan pusat kerajaan di Buantan. Beliau gigih berjuang membela kehormatan dalam merebut kembali kekuasaan ayahandanya di Johor yang kemudian dapat diperolehnya kembali. Beliau wafat tahun 1745 dan dimakamkan di Buantan dengan gelar Marhum Buantan. Kini Makam Marhum Buantan merupakan obyek wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan dan dapat dicapai dengan kendaraan air dari Siak Indragiri selama 15 menit dengan mengendarai speed boat 25 pk.

 

Jumat, 26 Juli 2013

wisata pekanbaru

PEKANBARU (RP) - Kelurahan Kampung Bandar saat ini mulai berbenah. Karena Kampung Bandar sudah dijadikan sebagai kawasan wisata, baik kawasa wisata sejarah dan budaya maupun rekreasi bagi masyarakat.

Salah satu persiapan, dibangunnya taman dibawah Jembatan Siak III dan juga rumah Tuan Qadi bekas kerajaan Siak serta kawasan Masjid Raya Pekanbaru.

��Kampung Bandar sudah ditetapkan sebagai Desa Wisata Sejarah dan Budaya, maka sekarang kita terus melakukan pembenahan. Terutama menyiapkan sebuah konsep besar sebuah kawasan wisata terpadu yang ada di Pekanbaru,�� ujar Ketua Desa Wisata Kampung Bandar Senapelan (Dewi Kambalan) Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan H Irvan Sagita Hermawan SH kepada Riau Pos, Kamis (9/5).

Ia mengatakan, pada Rabu (8/5) sudah melakukan rembuk warga tahunan Desa Wista Sejarah dan Budaya Kampung Bandar, yang dihadiri Lurah Kampung Bandar Yusrizal SSos, Tim PNPM Mandiri Pariwisata Kota Pekanbaru, Ketua LKM Marhum Pekan H Sofyan Hamid dan warga Keluarahan Kampung Bandar, bertempat di Kantor Kelurahan Kampung Bandar.

Menurutnya, dalam rembuk warga ini juga disampaikan laporan pertanggung jawaban kegiatan 2012 dan usulan dari masing-masing kelompok swadaya masyarakat (KSM) yang menjadi program prioritas kegiatan 2013.

��Program prioritas kami pada tahun 2013 adalah pengadaan  perahu wisata, karena kami punya Sungai Siak. Juga pengadaan becak wisata dan program lanjutan pelatihan Tenun, Kompang, Tari Melayu, Gambus dan Zapin,�� ujarnya.

Menurut IrvanKeluarahan Kampung Bandar akan dijadikan destinasi wisata terpadu, yakni wisata sejarah, budaya, kuliner dan belanja.(ksm)

News

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU  - Tim gabungan yang terdiri dari BPOM Kota Pekanbaru, Kejaksaan Tinggi Riau, polda Riau,  kembali melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) kebeberapa toko makanan dan minuman yang ada di Pekanbaru. Puluhan kardus makanan dan ratusan kosmetik di temukan saat dilakukan sidak tersebut, kamis (25/7).
Sidak yang dimulai sekitar pukul 10.00 wib ini. Tempat pertama yang disisir oleh team gabungan tersebut yakni salah satu Toko yang  berada  Jalan Lily, No 7C,  Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru.
Didalam Toko yang bernama Kampas ini, petugas menemukan beberapa makanan yang ilegal dan tidak layak jual sepeti, Makanan Appolo Rocca sebanyak 9 karton ditambah 11 Bungkus, permen hack 11 karton, Susu Kaleng Millo Original 37 krat, dan minuman Red Bull Thailand sebanyak 35 krat.
Selain itu toko makanan, sidak juga dilakukan di salah satu rumah kecantikan. Team gabungan ini juga menyisir  Rumah Kecantikan Aurellyn Clinic, yang berada di Jalan Sudirman. Di klinik ini, petugas kemudian menyisir salah satu ruangan, tempat penyimpanan kosmetik. Saat di lakukan penyisiran,  petugas menemukan ratusan kosmetik ilegal yang tidak memiliki izin edar.
Pemilik Rumah kecantikan itu tidak ditemui di tempat, pegawai rumah kecantikan itu mengatakan pemilik klinik itu sedang berada di luar kota.
Saat petugas akan melakukan penyitaan terhadap kosmetik tersebut, Pegawai dan Security Rumah kecantikan tersebut menolak dengan alasan tidak ada surat perintah penggeledahan dan penyitaan.
Namun, saat petugas telah menunjukan surat penyitaan, pegawai Tempat Kencantikan ini menolak untuk menandatangani surat penyitaan tersebut. Akhirnya petugas memanggil Ketua RT setempat sebagai saksi dari penyitaan barang-barang kosmetik yang tidak memiliki izin edar tersebut.
Selain dua tempat tersebut, Tim Gabungan juga menyisir beberapa gudang penyimpanan makanan, seperti Gudang Makanan Hidup Jaya yang ada di Jalan Jendral,Komplek Pergudangan Avian Yang berada di Jalan Riau Ujung. Namun dua gudang tersebut petugas tidak menemukan barang makanan dan minuman Ilegal.
Tim yang melakukan sidak hari itu terdiri atas, BPOM Pekanbaru ini, Kejaksaan Tinggi Riau, dan Dit Reskrimus Polda Riau.
(*)

Jumat, 26 April 2013

Moving ISG 2013

 ISG dipindahkan keJakarta



Metrotvnews.com, Riau: Panitia lokal Islamic Solidarity Games (ISG) Riau menyangkal jika dinyatakan tidak siap menggelar ISG 2013. Hal Itu diutarakan sebagai bentuk sangkalan atas alasan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo untuk memindahkan perhelatan itu ke Jakarta.

"Di mana tidak siapnya? Perbaikan kolam renang sedang dilakukan dan dipastikan tuntas sebelum ISG. Media Center yang modern pun siap diuji coba awal bulan depan," tegas Panitia Daerah Bidang Media dan Broadcast Ridar Hendri, Rabu (24/4).

Alasan lain bahwa ISG dipindahkan karena akan adanya Pemilihan Gubernur pada 4 September, menurut Ridar, juga mengada-ada. Menpora dan Panitia Pelaksana Pusat ISG 2013 menyebut Pemilihan Gubernur dikhawatirkan mengganggu konsentrasi panitia lokal.

"Kedua event ini punya aturan main masing-masing yang tidak mungkin akan berbenturan satu sama lain," imbuhnya.

Secara garis besar, pihaknya menilai seluruh elemen masyarakat Riau sangat kecewa ISG dipindahkan ke Jakarta pada 22 September-1 Oktober.

"Masyarakat, anggota DPRD dan kami panitia lokal, bagai tersambar petir di siang bolong mendengar keputusan itu karena Riau sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh, baik teknik, dana maupun tenaga," tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Deputi Menpora Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Djoko Pekik Irianto tidak membantah bahwa pihaknya belum melakukan komunikasi kepada panpel lokal Riau terkait pemindahan kota penyelenggaraan ISG ini.

Hal tersebut diutarakan Djoko terkait tudingan Gubernur Riau Rusli Zainal bahwa pemindahan ini adalah keputusan sepihak.

"Kami akan segera koordinasi dengan pihak DKI Jakarta dan Riau untuk membahas langkah lebih lanjut, terutama soal venue yang nanti akan digunakan selama ISG," kata Djoko.

Saat ini, pihaknya hanya bisa menyatakan bahwa langkah yang diambil Menpora tersebut karena situasi yang dinilai darurat.

Ketua Panitia Pelaksana Pusat ISG 2013 Anthony Sunarjo pun menyatakan pemindahan ini merupakan usul Federasi ISG (ISSF) sejak dulu. (Asni Harismi)

Editor: Basuki Eka Purnama

Minggu, 21 April 2013

DAFTAR KOTA PENYELENGGARA UBC 2013

  • Malang
    UBC Roadshow 2013 Seri I Malang - Jawa Timur 14 April 2013 Gedung Balai Merdeka-Universitas Merdeka Malang JL. Terusan Raya Dieng No.60
  • Padang
    UBC Roadshow 2013 Seri II Padang - Sumatera Barat 09 Juni 2013 Gedung RRI Jl. Jenderal Sudirman No. 12
  • Palembang
    UBC Roadshow 2013 Seri III Palembang - Sumatera Selatan 30 Juni 2013 Balai Prajurit Komplek BKB, Jl. Sekanak Palembang
  • Manado
    UBC Roadshow 2013 Seri IV Manado - Sulawesi Utara 25 Agustus 2013 Aula Idaman Jl. A. Yani No. 19 Sario Utara Manado
  • Banjarmasin
    UBC Roadshow 2013 Seri V Banjarmasin - Kalimantan Selatan 1 September 2013 Auditorium RRI JL. A. Yani Km 3,5 Banjarmasin
  • Medan
    UBC Roadshow 2013 Seri VI Medan - Sumatera Utara 08 September 2013 Gedung PRSU Tapian Daya Jl. Gatot Subroto
  • Bandung UBC Roadshow 2013 Seri VII Bandung - Jawa Barat 22 September 2013 Gedung Pertemuan Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI ) Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandun
  • Samarinda
    UBC Roadshow 2013 Seri VIII Samarinda - Kalimantan Timur 06 Oktober 2013 Gedung Balai Budaya Samarinda Jl. Kemakmuran No. 12 Samarinda
    x
  • Makassar
    UBC Roadshow 2013 Seri IX Makassar - Sulawesi Selatan 20 Oktober 2013 Gedung Mulo Jl. S Saddang-Jend. Sudirman Makassar
  • Pekanbaru
    UBC Roadshow 2013 Seri X Pekanbaru - Riau 24 Nopember 2013 Gedung Juang 45 Jl. Jend. Sudirman (Depan MTQ)
  • Denpasar
    UBC Roadshow 2013 Seri XI Denpasar - Bali 01 Desember 2013 Intan Room-Hotel Nikki JL. Gatot Subroto IV No. 18, Denpasar
  • Jakarta            
    UBC Roadshow 2013 Seri XII Jakarta - DKI Jakarta 08 Desember 2013 SMESCO Convention Hall, SME TOWER Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 94 Jakarta Selatan
     untuk info lenih lanjutt kunjungi  http://ultimatebodycontest.com/
                                          

 

Jumat, 29 Maret 2013

Daftar Wisata Pekanbaru-Riau

 
Wisata Riau - Kata orang, Kota Pekanbaru ini kekurangan tempat wisata ataupun tempat rekreasi. Sangat tegas saya katakan Anda salah! Wew... emang aku ngomong dengan siapa ya? Tegas banget.. hehe.. Namun kenyataannya Kota Pekanbaru juga memiliki objek wisata yang menarik dan patut untuk dikunjungi. Beberapa waktu lalu saya pernah membuat postingan tentang salah satu Objek Wisata Pekanbaru. Nah.. untuk memperlengkap referensi objek wisata pekanbaru dan tempat rekreasi menarik di kota pekanbaru berikut saya sajikan Daftar Wisata Pekanbaru :


Bangunan Balai Adat Riau ini terletak di Jl. Diponegoro Pekanbaru. Dibangun dan didesain dengan variasi warna dan ukiran motif yang bercirikan khas Melayu. Balai Adat ini dibangun untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat resmi Melayu Riau. Arsitekturnya yang khas melambangkan kebesaran budaya Melayu Riau. Bangunan terdiri dari dua lantai, di lantai atas terpampang dengan jelas beberapa ungkapan adat dan pasal-pasal Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Di kiri dan kanan pintu masuk ruangan utama dapat kita baca pasal 1 - 4, sedangkan pasal 5 – 12 terdapat di bagian dinding sebelah dalam ruangan utama.




Alam Mayang berlokasi di Jl. H. Imam Munandar, lebih kurang 8 Km dari pusat kota Pekanbaru Kecamatan Bukit Raya. Alam Mayang nama sebuah kolam atau sarana pemancingan ikan yang berlokasi di km 8 jalan Harapan Raya, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Tersedia tiga buah kolam dengan luas keseluruhannya 18.560 meter dan berbagai jenis ikan seperti ikan gurami, lemak, nila dan sepat siam, siap untuk kita bawa pulang bagi keluarga. Lebih menyenangkan lagi memancing bersama keluarga karena di areal kolam terdapat kantin kecil-kecilan. Terbuka kesempatan setiap hari bersantai di Alam Mayang dan sesekali kemampuan kita diuji pula dalam lomba memancing ikan.

Selasa, 22 Januari 2013

Olahraga yang benar



Pengaturan Olahraga Untuk Membakar Lemak


Pada dasar nya semua olahraga bisa membakar lemak,bisa membuat peredaran darah lancer,juga meningkatkan metabolisme.Tapi,Bagaimanakah pengaturan olahraga supaya hasil yang dicapai bisa optimal dan memuasakan..?
                Olahraga apapun,yang penting bukan angkat beban,harus dilakukan ketika kadar gula dalam kondisi rendah atau dalam keadaan perut kosong,seperti dipagi hari,bangun tidur.Olahraganya bisa berbentuk apapun asal bukan angkat beban.Mungkin anda bertanya,kalau perut kosong,mana ada tenaga?Lemak adalah tenaga”cadangan”yang akan dipakai ketika tenaga utama(karbohidrat)Kosong.Itulah kenapa apabilah kita ingin membakar lemak,selalu lakukan ketika perut kosong atau ketika gula darah anda dalam kondisi rendah .Lakukan selama 45-60 menit,dan setelah selesai,langsung santap sarapan anda ,untuk member anda tenaga sepanjang hari.Selain di pagi hari,Anda juga bisa lakukan olahraga yang sama tapi dalam waktu lebih lama,sekitar 60-90 menit.Anda akan menguras karbohidarat anda terlebih dahulu kemudian lemak anda.
                Tetapi cara paling optimal untuk membakar lemak pada sore hari adalah dengan melakukan latihan beban terlebih dahulu selama 45 menit lalu akhiri dengan olahraga lain yang anda suka,entah itu treadmill,yoga,renang, atau apapun itu.Pastikan Anda menggangkat beban dulu untuk membakar karbohidrat  yang selama seharian telah Anda konsumsi.Dan latihan beban ternyata terbukti bisa meningkatkan metabolism tubuh.dan jangan takut untuk makan setelah olahraga .Semoga dengan pengaturan olahraga yang lebih tepat,Anda bisa lebih cepat mencapai berat badan ideal anda.Semoga Sukses Good luck For You.